Hindari Kesalahan Ini! 5 Do’s & Don’ts Desain Grafis untuk Pemula

Menghindari kesalahan desain grafis pemula adalah cara tercepat untuk membuat karya Anda terlihat profesional. Saat baru belajar, sangat wajar membuat beberapa kesalahan, namun ada jebakan-jebakan umum yang bisa langsung merusak desain Anda. Oleh karena itu, kami telah menyusun 5 Do’s and Don’ts yang wajib Anda perhatikan

Mengetahui kesalahan desain grafis pemula yang paling umum adalah cara tercepat untuk meningkatkan kualitas karya Anda secara drastis. Oleh karena itu, kami telah menyusun 5 Do’s and Don’ts (Yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan) yang wajib Anda perhatikan.

Infografis 5 Do's and Don'ts, menunjukkan contoh kesalahan desain grafis pemula dan cara memperbaikinya.

1. Tipografi: Terlalu Banyak Jenis Font

  • DON’T: Menggunakan 4, 5, atau lebih jenis font yang berbeda dalam satu desain. Ini akan menciptakan kekacauan visual dan membuat pesan Anda sulit dibaca.
  • DO: Batasi pilihan Anda maksimal 2-3 jenis font yang saling melengkapi. Selain itu, Anda bisa menggunakan variasi (seperti Bold, Regular, Italic) dari satu keluarga font yang sama untuk menciptakan hierarki yang bersih.

2. Warna: Mengabaikan Kontras Keterbacaan

  • DON’T: Menempatkan teks dengan warna yang terlalu mirip dengan latar belakangnya (misalnya, teks kuning muda di atas latar belakang putih). Ini membuat mata audiens sakit saat membacanya.
  • DO: Pastikan selalu ada kontras yang kuat antara teks dan latar belakang. Aturan sederhananya: jika latar belakang gelap, gunakan teks terang, dan sebaliknya. Anda bisa menggunakan alat bantu online seperti Adobe Color Contrast Checker.

3. Gambar: Meregangkan Secara Tidak Proporsional

  • DON’T: Menarik paksa sebuah gambar atau logo hanya dari sisi atas/bawah atau kiri/kanan. Ini akan membuat gambar menjadi gepeng atau lonjong (terdistorsi) dan terlihat sangat tidak profesional.
  • DO: Selalu ubah ukuran gambar sambil menahan tombol Shift. Dengan demikian, proporsi asli dari gambar tersebut akan tetap terjaga, tidak peduli seberapa besar atau kecil Anda mengubah ukurannya.

4. Tata Letak: Memenuhi Setiap Sudut Kosong

  • DON’T: Takut pada ruang kosong (white space) dan mencoba mengisi setiap milimeter kanvas dengan teks atau gambar. Ini akan membuat desain terasa sesak dan berat.
  • DO: Manfaatkan white space sebagai elemen desain yang aktif. Ruang kosong membantu menciptakan fokus, memberikan kesan elegan, dan membuat keseluruhan komposisi lebih mudah “bernafas”.

5. File: Menyimpan Logo sebagai JPG

  • DON’T: Menyimpan logo yang sudah Anda buat dalam format JPG dengan latar belakang putih. Logo tersebut akan menjadi tidak fleksibel dan tidak bisa ditempatkan di atas latar belakang berwarna.
  • DO: Selalu simpan logo final dalam format PNG dengan latar belakang transparan. Untuk file master, simpanlah dalam format vektor (SVG atau AI) agar bisa diubah ukurannya tanpa pecah.

Kesimpulan Menghindari kesalahan desain grafis pemula ini akan memberikan dampak yang sangat besar pada kualitas karya Anda. Ingatlah bahwa desain yang baik seringkali adalah tentang apa yang Anda hilangkan, bukan apa yang Anda tambahkan.

Ingin belajar lebih dalam dan mendapatkan panduan terstruktur agar terhindar dari semua kesalahan di atas? Kursus fundamental di Visuaw Academy adalah jawabannya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *